GLOBALSULAWESI– Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Utara (Sulut) merilis capaian kinerja selang waktu 2024.
Capaian kinerja tersebut langsung diungkapkan
Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol. Pitra A Ratulangi, S.I.K, MM dalam Press Release Akhir Tahun 2024, Senin (23/12/2024) siang di Kantor BNNP Sulut Jln. 17 Agustus Manado.
Dalam capaian kinerja BNNP Sulut dan jajaran BNK, ditegaskan tugas pokok pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN), dengan rinciannya sebagai berikut:
P4GN dibagi beberapa program pencegahan pemberantasan sampai rehabilitasi. Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol. Pitra A Ratulangi, S.I.K, MM didampingi Kepala Bagian Umum, Kepala Tim Bidang Rehabilitasi, Ketua Tim Bidang P2M BNNP Sulut mengatakan tujuannya adalah untuk mengatasi semua permasalahan penyalahgunaan narkotika di Sulut.
Ratulangi menambahkan kegiatan pencegahan salah satunya melakukan diseminasi informasi tentang bahaya narkoba kepada masyarakat seperti kegiatan turun ke sekolah, kampus, kelompok masyarakat, instansi pemerintah, juga media sosial.
Dari hasil pendataan secara total diseminasi menjangkau sebanyak 190.561 masyarakat baik masyarakat di dunia nyata maupun dunia maya.
“Kalau di masyarakat dunia nyata kita menjangkau 363.236 sedangkan di media sosial yang disebarkan melalui konten mencapai viewers sebanyak 1.541.825 netizen selama tahun 2024. Jadi kalau ditotal pesan kita tentang bahaya narkoba telah menjangkau 1.905.601 orang baik secara fisik maupun netizen,”jelasnya.
Yang kedua lanjutnya, kegiatan pencegahan dengan lakukan tes urine selama 2024 yang dites sudah menjangkau 1.373 orang dalam jumlah sebanyak 31 kegiatan baik di pemerintahan, lingkungan pendidikan, masyarakat.
“Itu salah satu cara mendeteksi marak atau tidak di suatu lokasi, satu kelompok atau di satu instansi. Untuk rehabilitasi, selama 2024 BNNP Sulut merealisasikan target sebetulnya adalah 662 orang tetapi 2024 puji syukur kita melebihi target yaitu 983 seluruh Sulut. Itu sudah rawat jalan dan inap,”tutur Ratulangi.
Diketahui, rehabilitasi didominasi pendidikan SMA, SMK sederajat dengan angka 64 paling sedikit SD 1 orang. Jenis kelamin paling banyak laki-laki sebanyak 79 dan perempuan 11 orang, diadakan pula rawat jalan kurang lebih 12 kali pertemuan paling banyak dominasi sekolah menengah.
Ratulangi menuturkan jenis narkoba yang digunakan dari orang rehabilitasi ketika ditangani dan konseling paling banyak menggunakan inhalen, komix, antimo dan lain-lain. Untuk rawat jalan masih di dominasi inhalan, benseldissemin, paling sedikit ipoyot, sedangakan komix dan sebagainya ada 11 orang.
Sementara berdasarkan pekerjaan orang-orang yang direhabilitasi di Sulut di dominasi pelajar/siswa mahasiswa, ASN, TNI/POLRI, buruh, nelayan, swasta. Untuk rawat jalan masih di dominasi pelajar dan mahasiswa, urutan kedua pengangguran, swasta, paling sedikit TNI/POLRI.
Selanjutnya, dalam pemberantasan selama 2024 Bidang Berantas BNNP Sulut dari target 10 yang diberikan oleh Mabes BNN sudah 11 melebihi target dengan jumlah 15 berkas, tersangka 17 orang, terbagi pria 15 dan wanita 2. Sedangkan barang bukti selama 2024 ganja sebagai 710,03 gram, sabu 7,23 gram.
Selain kegiatan P4GN pencegahan pemberantasan rehabilitasi, BNNP Sulut melakukan penguatan-penguatan instansi terkait diantaranya dengan penyebaran informasi bahaya narkoba, kerjasama dengan stakeholders terkait diantaranya RS Kandou, lingkungan pendidikan, dan pemerintah.
“Kita juga melatih laskar perang narkoba.Ini baru 200 orang terbentuk dimana mereka diambil dari desa-desa yang kita kategori desa rawan narkoba dan mereka nanti melakukan pencegahan, rehabilitasi jadi agen-agen pemulihan ketika ada masyarakat yang terkontaminasi penyalahgunaan narkoba,”terang Ratulangi.
Sisi lain prestasi, capaian segi keuangan BNNP Sulut terima penghargaan dari Menteri Keuangan. Pertama sistem keuangan yang terintegrasi didalam digitalisasi dan BNNP Sulut dapat predikat 1. Kemudian 2024 semester 1 BNNP Sulut mendapatkan IPA 100, masuk peringkat 10 besar penilaian laporan keuangan semester 1, barusan mendapat penghargaan dari Mabes BNN dari segi keuangan BNNP mendapat nilai 100, jadi pengelolaan keuangan negara bisa mencapai nilai 100,”beber Ratulangi.
“Kedepan BNNP Sulut tetap melakukan P4GN. Walaupun masih banyak kendala karena di Sulut dari 16 kab/kota baru memiliki 4 BNK. Kurang lebih 12 belum. BNK sangat menunjang pengawasan, tapi dengan sumber daya yang ada kita tetap eksis dan maksimal kedepan masih bekerja sama dengan Pemprov dan Polda juga instansi supaya masyarakat mampu mendeteksi, mencegah sendiri kalau masyarakat sudah mampu mencegah dan menangkal maka narkoba sulit masuk desa. Intinya saya ingatkan masyarakat tentang bahaya narkoba,”kuncinya.
(kan)










