Beranda Umum Peluncuran Buku Olly Dondokambey, Puan Tekankan Pentingnya Persatuan

Peluncuran Buku Olly Dondokambey, Puan Tekankan Pentingnya Persatuan

0

JAKARTA — Untuk mencapai pembangunan yang memenuhi harapan besar rakyat, hal yang paling penting adalah upaya menekankan kepemimpinan yang berakar pada gotong royong dan kedekatan langsung dengan rakyat. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPR Puan Maharani, saat berpidato dalam peluncuran buku “Menjaga Nyiur Tetap Melambai, Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016-2025”, Rabu (26/8/2026), di Bentara Budaya Jakarta, yang berada di Komplek Kompas-Gramedia, Jalan Palmerah. Jakarta.

“Sebagai pemimpin, kita tidak bisa sendirian. Sebagai pemimpin, kita harus selalu bersama dengan rakyat. Sebagai pemimpin, kita tidak bisa bicara siapa kita, siapa saya. Tapi sebagai pemimpin, kita harus bicara kita adalah Indonesia; kita harus selalu bergotong royong untuk Indonesia. Siapapun kepala daerahnya, dari mana pun dia berada, apapun partai dan agamanya, tapi kita adalah Indonesia. Di sinilah harusnya kita menjaga Bhinneka Tunggal Ika,” kata Puan Maharani.

Hubungan erat antara Olly Dondokambey dengan Puan, tergambar juga dalam relasi yang kuat antara Olly dengan Presiden Kelima RI Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, ibunda Puan Maharani. Kedekatan itulah yang  turut menjadi sorotan hangat dalam buku setebal 168 halaman berwarna yang dilucurkan tersebut. Kata sambutan yang ditulis oleh Megawati di halaman muka buku Olley tersebut. memberikan catatan mendalam mengenai kedekatan yang terjalin atas dasar kesetiaan, militansi, dan ketulusan berpolitik yang langka di era modern.

Dalam sambutannya, Puan Maharani lebih jauh menyoroti bagaimana kepemimpinan seorang kepala daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur yang terbangun, tetapi juga dari kemampuannya merajut kebersamaan dan menjaga marwah persatuan nasional di tengah keragaman.

Ia, dalam acara peluncuran serta bedah buku Olly Dondokambey, juga menegaskan luasnya apresiasi terhadap rekam jejak kepemimpinan Olly Dondokambey selama memimpin Sulawesi Utara dalam dua periode (2016–2025) atau sembilan tahun lamanya.

Dihiasi dekorasi ruangan bernuansa merah dan putih, Bentara Budaya Jakarta,  tampak padat dan semarak. Gedung kebudayaan terlihat dipadati oleh kehadiran para tokoh nasional dan ratusan undangan yang antusias mengikuti peluncuran serta bedah buku “Menjaga Nyiur Tetap Melambai, Legacy Sang Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, 2016-2025”.

Acara itu seperti mempertemukan para tokoh nasional, politisi, akademisi, sahabat, dan kerabat ini mengupas tuntas perjalanan kepemimpinan Olly Dondokambey yang memadukan ketegasan politik, ketulusan persahabatan, serta kerja nyata membangun daerah perbatasan dan berorientasi kawasan timur Indonesia.

Dari Filosofi “Si Tou Timou Tumou Tou” hingga Kedaulatan Ekonomi

Usai prosesi peluncuran, acara dilanjutkan dengan sesi bedah buku yang menghadirkan panelis terkemuka: Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S. (Profesor Emeritus Hukum Tata Negara dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi) serta Josef Osdar (Wartawan Senior Harian Kompas). Diskusi dipandu oleh Paulus Tri Agung Kristanto (Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas).

Dalam pemaparannya, para narasumber membedah bagaimana Olly Dondokambey menerjemahkan filsafat kemanusiaan Dr. G.S.S.J. Sam Ratulangi, “Si tou timou tumou tou” (manusia hidup untuk menghidupkan orang lain), ke dalam kebijakan nyata pembangunan Sulawesi Utara. “Nyiur” menjadi metafora yang merekatkan seluruh kisah dan menjadi refleksi soal keteguhan, manfaat dan kehidupan yang terus tumbuh dan berkembang.

Mulai dari transformasi infrastruktur strategis seperti jalan, pelabuhan, bandara, pembangunan kawasan pariwisata berstandar internasional seperti Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang, hingga penanganan krisis pandemi Covid-19.

Buku ini juga merekam perjalanan hidup Olly dari seorang anak sederhana di Manado, merantau ke Jakarta, berkarier sebagai pengusaha sukses, hingga kiprahnya di Senayan sebagai politisi vokal di Komisi XI DPR RI yang memperjuangkan anggaran dan kepentingan rakyat Sulawesi Utara sebelum akhirnya pulang kampung memimpin tanah kelahirannya.

Refleksi Politik dan Pesan untuk Generasi Muda

Dalam wawancara dengan media, Olly Dondokambey menjelaskan pesan dari buku ‘Menjaga Nyiur Tetap Melambai’ ini adalah untuk terus menjaga segala sesuatu di Sulawesi Utara agar tetap aman, tentram, dan masyarakatnya sejahtera.

Sejak dirinya menjadi anggota DPR hingga menjabat gubernur, Olly berpandangan politik adalah sarana keselamatan. Kebijakan-kebijakan yang dibuat sebagai politisi dan anggota parlemen bisa membawa rakyat sejahtera. Namun, sebaliknya, jika salah mengambil kebijakan, rakyat justru bisa tidak sejahtera. “Kalau kita membuat kebijakan yang benar, pasti rakyat akan senang,” ujar Olly.

Olly juga berpesan khusus kepada generasi muda dan para kader di Sulawesi Utara, terutama para bupoati, wali kota se Sulut agar senantiasa mendedikasikan diri secara total pada tugas dan tanggung jawab kepartaian maupun pelayanan publik, dengan meneladani semangat gotong royong yang diwariskan oleh Bung Karno.

Gotong Royong dan Kerendahan Hati sebagai Fondasi Kepemimpinan

Meski telah menorehkan berbagai pencapaian gemilang selama sembilan tahun memimpin, Olly Dondokambey dalam pengantar bukunya tetap menampilkan kerendahan hati yang khas.

“Jika ada yang menyebut saya berhasil, itu tak lain adalah pantulan dari kerja keras kita semua, yang bahu membahu. Saya hanya penerus estafet pembangunan sebelumnya, yang beruntung mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik politik, publik, maupun pemerintah,” tutur Olly.

Kini, pasca purna tugas sebagai kepala daerah, Olly terus aktif melayani masyarakat melalui keterlibatannya di berbagai lembaga keagamaan seperti Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), serta menjalankan tugas partai sebagai Bendahara DPP PDI-P dan Ketua DPD PDI-P Sulut. Bahkan, dedikasinya pada dunia pendidikan dibuktikan dengan menghibahkan lahannya di Langowan untuk pembangunan Sekolah Taruna Nusantara.

(/*)